Kamis, 10 November 2016

Dulmusrid - Sazali dan Relawan di Jakarta


Bapak Sazali sedang berkumpul dan berdiskusi bersama dengan adik - adik Aceh Singkil yang kini berkerja di Ibukota Jakarta. Ada banyak sekali putra - putri terbaik kita yang tersebar di berbagai kota, mereka berkarir dan membangun usaha serta menuntut ilmu di berbagai tempat. Selalu ada kehangatan ketika bersilaturahmi dan bercerita tentang perkembangan kampung halaman.

Dulmusrid - Sazali dan Pembangunan Pasar


Melihat dan berdiskusi di Pasar Siti Ambia
Pasar rakyat merupakan salah satu kunci perputaran ekonomi di Aceh Singkil. Dengan visi kita " Menciptakan ketahanan ekonomi berbasis kemandirian dan kerakyatan ", maka penguatan pasar merupakan salah satu program kedepan. Salah satu perputaran ekonomi terbesar dan berdampak langsung adalah di pasar.
Ada ribuan keluarga yang berdagang di puluhan pasar yang ada. Shubuh hari mereka berangkat dengan dagangan dan ini telah berjalan puluhan tahun, kita punya sejarah panjang tentang pasar ini. Maka nanti semua akan dibenahi baik regulasi atau pun tata kelola pasar, kita hadirkan kenyamanan dan kebersihan kepada mereka.
Kita akan lihat bagaimana keluhan pedagang dan kondisi terkini, jangan sampai memberatkan dan menyulitkan mereka dalam berdagang. Sarana dan prasarana yang masih kurang harus segera dibenahi. Karena pasar tidak hanya berbicara perdagangan, melainkan ada interaksi yang terbangun. Agar pertumbuhan ekonomi berdampak nyata ke masyarakat dan menambah pendapatan daerah kita.

Visi Misi Calon Bupati dan Wakil Bupati Dulmusrid - Sazali

VISI DAN MISI
CALON BUPATI DAN CALON WAKIL BUPATI
KABUPATEN ACEH SINGKIL
DULMUSRID – H. SAZALI, S.Sos PERIODE 2017 -2022

VISI
“CERDAS, SEHAT DAN SEJAHTERA “

CERDAS
" Mengandung pengertian seluruh komponen sumber daya manusia di Kabupaten Aceh Singkil memiliki kualitas, kompetensi dan keterampilan yang bernilai "
SEHAT
" Mengandung pengertian bahwa setiap komponen kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan, maupun alam dan lingkungannya senantiasa berada dalam keadaan yang baik "
SEJAHTERA
" Mengadung pengertian aman sentosa dan makmur serta masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasarnya yaitu : sandang, pangan, papan, pendidikan dan kesehatan "

MISI
1. Perbaikan tata kelola pemerintahan
2. Menciptakan pendidikan berkualitas yang islami berbasis kearifan lokal
3. Menciptakan pelayanan kesehatan dasar dan pelayanan rujukan yang responsif,cepat
    dan 
berkualitas merata disetiap wilayah.

4. Menciptakan ketahanan ekonomi berbasis kemandirian dan kerakyatan
5. Optimalisasi potensi sumber daya lokal untuk peningkatan kesejahteraan rakyat
6. Menciptakan iklim investasi yang cepat dan kondusif memiliki kepastian hukum
7. Menciptakan penyelesaian yang responsif terhadap permasalahan sosial  
    dan 
kemasyarakatan.

Minggu, 16 Oktober 2016

Sekapur sirih untuk seluruh Relawan Dulsaza

Teman-teman seluruh sahabat Dulmusrid – Sazali yang baik, 

Semoga dimana pun kita berada, kesehatan dan lindungan Allah SWT selalu mengiringi perjalanan kita. 

Beberapa bulan yang lalu, kita dengan ikhlas hadir mewarnai langkah dan ikhtiar untuk membangun Aceh Singkil tercinta melalui pemilukada bulan Februari nanti dengan mengusung pasangan Dulmusrid - Sazali. Butuh waktu yang lama dan proses yang rumit hingga calon yang kita usung ini bersedia ambil bagian di barisan paling depan, dengan niat dan kehadiran kita semua ia nyatakan kesiapan ikut di Pilkada. Kita baru saja memulai sebuah fase perjuangan ini, perjuangan yang kita bangun dengan rasa percaya dan kebersamaan untuk memberikan yang terbaik untuk kabupaten tercinta ini. Kita bergerak bukan karena sorotan lampu atau pun rupiah, harapan dan rasa percaya itu menguatkan langkah kita. Tentu ada jutaan Kristal keringat yang hadir membahasahi ikhtiar teman teman di lapangan, ini bukanlah sebuah pengorbanan, melainkan sebuah kehormatan dengan cara terbaik yang dapat kita berikan.

Jumat, 14 Oktober 2016

Moment ketika Dulmusrid - Sazali di Pulau Banyak

Moment ketika bersama sahabat saya Kanda Mansurman, mantan anggota DPRK Aceh Singkil.
Ribuan orang datang, mereka hadir dengan harapan dan senyum, iuran waktu, iuran uang, iuran tenaga dan banyak lainnya. Mereka hadir bukan untuk menjadi penonton, melainkan untuk #kerjabakti membangun tanah tercinta. Sungguh hadir bersama mereka begitu membekas dan menggetarkan jiwa saya. Mohon doa dan restu agar hati ini tetap bersama dan raga ini dapat berkerja maksimal untuk pembangunan kedepan. -Dulmusrid

Aku memilih menjadi bagian dari Politik

Apa yang anda pikirkan ? Itu kalimat yang akan muncul ketika pengguna FB hendak menuliskan status di branda facebooknya. Ada banyak yang sedang saya pikirkan, tapi hnya beberapa hal saja yang ingin saya tuliskan, dan kali ini saya akan menuliskan hal hal tentang POLITIK.
Dari beranda sahabat lama saya, ia pernah menulis status tentang keterlibatan politik bukan sebuah keharusan bagi setiap orang, tapi keadaan akan mampu mendorong ia untuk menggabungkan diri dalam situasi politik yang sedang ber euforia.
Dari status tersebut saya menyadari banyak hal yang perlu di pikirkan untuk melibatkan diri dalam perpolitikan, tapi keadaannya berbeda, saya di dorong oleh keadaan sehingga saya harus masuk dalam dunia politik.
Ya, Politik itu memiliki dunianya sendiri, karna itu lah banyak orang yang berbicara tentang politik akan memiliki garis / batas kajian sosial tersendiri, yang pada nantinya politik itu di anggap memiliki cara – cara berproses dalam dunianya sendiri di ruang lingkup sosial. Terdengar khusus, tapi ia tak banyak yang suka. Saat, setelah sekian lama tidak ingin mengikuti apalagi terlibat dengan dunia politik, walaupun latar belakang pendidikan saya memberi bekal tentang dasar – dasar politik, tapi saya jauh dari praktek politik.
Tapi keadaan berkata lain, keadaan hari ini telah mendorong saya dengan tekanan yang sangat kuat, yang dengan cepat saya terjun langsung dalam praktik politik. Satu bulan setengah sejak lebaran Idul Adha 2016, saya mulai belajar mengumpulkan kembali bagian – bagian proses politik di daerah tempat saya berdomisili, Aceh Singkil.
Hari demi hari, minggu pun menjadi bulan, Akhirnya setelah proses belajar yang insentive, terkumpul lah bagian - bagian proses politik daerah yang sebelumnya tidak saya ketahui. Kini semua bagiab telah tersusun rapi dalam pikiran dan tindakan saya. Maka mulai saat ini, saya memutuskan, sebagai putra daerah Aceh Singkil saya harus melibatkan diri dalam dunia politik Aceh Singkil. Ini merupakan hutang, ini merupakan tanggung jawab, dan ini merupakan tugas bagi kita dan saya khususnya.
Tulisan ini saya tutup dengan pesan untuk kawan - kawan saya yang berada di manapun, siapa pun, yang merasa pernah memiliki ikatan dengan daerah Kabupten Aceh Singkil, sudah saatnya kawan - kawan semua belajar untuk mengumpulkan bagian - bagian cerita politik di daerah kita ini, Aceh Singkil. Ini adalah saat dimana momen PemiluKada Aceh Singkil akan ditulis dalam sejarah, akan tercatat dalam kenangan ingatan.
Ini adalah masanya kita sadar akan politik, anda harus terlibat dalam momen sejarah ini. Sedikit saja anda mempelajari prosesnya, maka anda akan sadar mengapa anda harus terlibat, keadaan akan mendorong anda masuk dalam dunia politik. Untuk ke depan, saya akan mencoba trus berbicara mengenai fenomena Politik yang terjadi di daerah Aceh Singkil.
Salam hangat dari saya, terimakasih untuk pembaca. Tak ada ilmu yang merugi, kecuali insan yang membawa terkadang lupa.

Ade Meyza Farmasi
Relawan Dulsaza

Fenomena Politik Kontemporer

Berbicara kontemporer berarti kita berbicara fenomena kekinian. Kabupaten Aceh Singkil, mekar dari Aceh Selatan tahun 1999. Setelah beberapa kali melakukan Pemilukada baru pada tahun ini saya masuk langsung dalam praktiknya, kalau dulu cuma jadi pengamat, dan keterlibatan saya ini di dorong oleh keadaan, Ada beberapa fenomena baru yang muncul di Pemilukada Aceh Singkil, dari tahapan pencalonan Bakal Calon oleh partai politik, hingga proses keterlibatan masyarakat dalam politik.
Ada dua anomali yang terjadi dalam proses pilkada di Aceh Singkil.  
1. Media Sosial / jejaringan internet. Media facebook, instagram, Whattsahap hingga BBM merupakan lokasi yang berpotensi untuk menciptakan gelembung suara bagi calon yang diusung. Di media – media tersebut masyarakat merespon cepat terhadap isu - isu yang di beritakan, baik itu benar atau tidak itu cuma akal - akalan, tapi cara – cara ini diangga efektif, sehingga dalam sepekan ada banyak bermunculan akun2 yg hampir sama, yg tujuannya utk menjelaskan misi2 para calon yg didukungnya. Tapi sejarah sudah menulis, jokowi dan Obama menjadi orang – orang sukses diantarakan menjadi pemimpin negara melalui pemanfaatan media sosial. Hal ini dapat terjadi karena jika kita mengkalkulasikan satu akun facebook saja dapat menampung 5000 pertemanan, dalam proses kampanye langsung untuk mengumpulkan 1000 orang butuh biaya yang cukup besar, bayangkan jika ada lebih dari 1 akun yang dibentuk untuk memaparkan segala sesuatu tentang kandidatnya, berarti setiap hari orang – orang ini bisa berkampanye kepada ribuan orang, dengan hanya modal beberapa rupiah saja.

2. Munculnya Relawan Politik, politik butuh uang, dan uang sangat murah di politik. Nominal uang dalam dunia politik hanya di lihat dari warna kertasnya saja, kalau bukan merah berarti biru, tidak laku hijau atau pun kuning. Tapi di Aceh Singkil hari ini, muncul gerakan – gerakan politik yangg menggolongkan diri sebagai Relawan. Relawan politik, istilah ini mucul di kaitkan dengan gerakan - gerakan yang dilakukan oleh pemuda, tapi anehnya hari ini bukan golongan muda saja yang menyatakan diri meraka sebagai relawan, orang – orang yang sudah berumur pun juga bergabung dengan relawan ini. Bagi kami ini merupakan sejarah baru dalam pemilukada, para relawan ini sepertinya merindukan sosok pemimpin baru, ini ditandai dengan banyaknya kelompok – kelompok relawan yang bermunculan di desa – desa dan mengundang calon yang diinginkan untuk memimpin. Para relawan lalu menyediakan seluruh tempat dan akomodasi untuk calon dalam memaparkan visi misi mereka kepada masyarakat.

Dalam kebingungan fenomena relawan politik ini, kita teringat kepada pemilu - pemilu sebelumnya, uang pada pemilu sebelumnya terdengar sangat dekat dengan para pelaku - pelau politik, bahkan yang tidak terlibat dalam politik pun mendapatkan pembagian uang politik, tapi hari ini tidak. Uang tidak lagi di anggap menjadi primadona utama untuk terlibat di praktik politik, orang – orang  lebih suka mendengungkan perubahan, pergantian, ntah itu siapa yang penting berganti saja dulu. Ini sejarah baru, ini yang saya maksud kita harus terlibat politik pada pemilukada kali ini, karna rupa politik saat ini tidak seperti masa – masa sebelumnya.
Mari lihatlah kenyataan ini, lihat kejadian – kejadian politik di sekitar kita, pahami bahwa harapan politik bersih, bebas dari kepentingan memperkaya diri, kita ubah perlahan agar semua proses ini berjalan santun dan terhormat.

Ade Meyza Farmasi

Relawan Dulmusrid Sazali

Surat Untuk Ibu Wakil Bupati

Pagi-pagi aku sudah kumpul di pinggir sungai bersama ratusan orang. Aku tidak sempat sarapan, khawatir ketinggalan boat yang akan bawa rombongan ke Singkil. Sebab boat kayu yang akan membawa kami sedikit, sedangkan orang yang ingin berangkat ratusan, bahkan kalau tidak dilarang mungkin se isi kampung kami akan berangkat semua.
Melewati sungai sambil diguyur hujan kami lalui. Sesampai di Singkil, kami langsung naik mobil menuju rumah Wakil Bupati Aceh Singkil, Pak Dulmusrid. Alamatnya aku tidak tahu, aku dengar dari orang rumah bapak di Kecamatan Simpang Kanan.
Tiba di sebuah perkampungan rombongan puluhan mobil yang kami tumpangi berhenti di jalan sempit. Laki-laki tinggi besar berkulit hitam yg aku ketahui merupakan Wakil Bupati Aceh Singkil pak Dulmusrid menyambut kami mempersilahkannya masuk ke rumah sederhana. “ Oh ini rumah Wakil Bupati ” kata temanku. Aku sempat heran rumah Wakil Bupati (maaf) kalah bagus oleh rumah toke ikan. Namun lamunanku segera buyar terdorong rasa lapar mendengar pak Dulmusrid, ngajak kami makan di dapur.
Rombongan kami yang datang jumlahnya ratusan langsung berdesakan berebut piring untuk diisi nasi sebanyak-banyaknya, gulai nangka dan goreng telur. Seorang perempuan sederhana nampak kewalahan lantaran aku dan teman-temanku tidak sabar mendapatkan nasi, ( takut kebagian sedikit hehe )
Kami pun beberapa kali minta tambah nasi. Sementara si perempuan sederhana hanya tersenyum sambil terus menuangkan nasi ke piring kami. Selesai makan kami bersandar di dinding rumah sambil ketawa ngakak. Si perempuan sederhana aku lirik sibuk mengumpulkan piring kotor bekas kami makan untuk dicuci bersama beberapa perempuan lain.
Di saat asik bercanda setelah perut kenyang. Kami baru menyadari jika perempuan sederhana yang sabar menuangkan nasi ke piring kami merupakan Istri Pak Wakil Bupati. Ketika pak Wakil Bupati memintanya siap-siap untuk mengatar kami pulang. Spontan kami langsung menyalami tangannya meminta maaf. “ Ya endak apa-apa yang penting bisa makan semua, walau seadanya,” ujar ibu Wakil Bupati sambil tersenyum.
Maafkan kelancangan kami ibu ! Kami rindu nasi yang ibu tuangkan, gulai nangka dan telur goreng buatan Ibu Wakil Bupati.
Dari Anak Nelayan Kuba


Jumat, 07 Oktober 2016

Warga Kuala Baru Geruduk Rumah Wakil Bupati Aceh Singkil

Istri Bapak Dulmusrid
SINGKIL – Ratusan warga Kecamatan Kuala Baru, Aceh Singkil, menggeruduk rumah pribadi Wakil Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid, Jumat (7/10/2016) di Desa Sukarejo, Simpang Kanan. Mereka datang menggunakan puluhan mobil di tengah hujan deras mengguyur kawasan itu. Kedatangan warga dalam jumlah banyak itu, sempat membuat terkejut Dulmusrid. Apalagi begitu sampai, langsung menuju dapur untuk menyantap nasi yang tersedia di meja makan. Sejumlah ibu yang sedang duduk di dapur termasuk istri Wakil Bupati Aceh Singkil, Atmah Dulmusrid, terlihat kewalahan menyiapkan piring. “Silahkan ambil sendiri maaf ini adanya,” kata Atmah.

Selesai makan warga lalu duduk mengelilingi Wakil Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid di teras rumah. Warga Kuala Baru, datang bukan tanpa sebab. Penduduk di Kecamatan terpencil itu, ramai-ramai datang walau hujan turun deras untuk menyatakan dukungan terhadap Dulmusrid sebagai bakal calon bupati Aceh Singkil.

“Kami datang walau hujan deras, karena hari Jumat lah kami tidak melaut sehingga bisa ke sini. Kami ke sini untuk memastikan Pak Dulmusrid ikut calon  bupati. Memang sudah dengar bapak calon, tapi kalau belum bertemu tidak sah rasanya,” kata Masrul Puteh salah satu tokoh masyarakat Kuala Baru.

Selain menyatakan dukungan warga juga menyempatkan baca Al Quran. "Kami semua nelayan kecil hanya punya doa dan tenaga,” ujar Masrul. Dulmusrid mengatakan, tak menyangka ratusan warga Kuala Baru jauh-jauh datang melawati sungai secara tiba-tiba.
"Saya sampai terkejut, tiba-tiba datang. Maaf beginilah keadaan saya, tidak bisa memberikan sambutan terimakasih atas dukungannya," kata Dulmusrid.


© Dulmusrid - Sazali
Maira Gall