Minggu, 16 Oktober 2016

Sekapur sirih untuk seluruh Relawan Dulsaza

Teman-teman seluruh sahabat Dulmusrid – Sazali yang baik, 

Semoga dimana pun kita berada, kesehatan dan lindungan Allah SWT selalu mengiringi perjalanan kita. 

Beberapa bulan yang lalu, kita dengan ikhlas hadir mewarnai langkah dan ikhtiar untuk membangun Aceh Singkil tercinta melalui pemilukada bulan Februari nanti dengan mengusung pasangan Dulmusrid - Sazali. Butuh waktu yang lama dan proses yang rumit hingga calon yang kita usung ini bersedia ambil bagian di barisan paling depan, dengan niat dan kehadiran kita semua ia nyatakan kesiapan ikut di Pilkada. Kita baru saja memulai sebuah fase perjuangan ini, perjuangan yang kita bangun dengan rasa percaya dan kebersamaan untuk memberikan yang terbaik untuk kabupaten tercinta ini. Kita bergerak bukan karena sorotan lampu atau pun rupiah, harapan dan rasa percaya itu menguatkan langkah kita. Tentu ada jutaan Kristal keringat yang hadir membahasahi ikhtiar teman teman di lapangan, ini bukanlah sebuah pengorbanan, melainkan sebuah kehormatan dengan cara terbaik yang dapat kita berikan.
Di berbagai daerah saya melihat ada banyak sekali relawan yang hadir, tak hanya anak muda, melainkan orang tua, ibu – ibu bahkan mereka yang sudah kita sebuah kakek dan nenek pun turut hadir. Mereka mewarnai desa – desa bahwa dunia maya pun penuh dengan cerita dan kegiatan dengan warga. Mereka hadir dengan menyumbangkan waktu, tenaga, pikiran, bahwa dana untuk ikhtiar ini, tak ada iming – iming untuk mengajak mereka bergabung apalagi memberikan mereka pundi – pundi rupiah.

Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa rupiah tak selalu bisa membeli sebuah kepercayaan, mereka hadir membuktikan bahwa jika kita bergerak bersama maka tak ada halangan yang berarti jika rasa percaya bersemai di jiwa. Seperti yang sering dikatakan bahwa relawan tidak dibayar, bukan karena mereka tak bernilai tetapi karena tak ternilai. Kehadiran seluruh keluarga besar di Tim Dulmusrid Sazali membuktikan bahwa ikatan ini dibangun dengan gagasan dan kepercayaan, tak ada yang membatasi simpul kebersamaan ini. Jalinan ini hadir di pelosok – pelosok desa, di pulau maupun di pasar, di warung – warung serta di tempat umum lainnya. Kebersamaan ini hadir di 11 Kecamatan dan lebih dari 120 desa yang ada. Kita semua adalah duta dari dua sosok yang kita dukung, mari kita jalankan dengan cara terhormat dan penuh kesantunan. Waktu kita menjelang hari H tak banyak lagi, mari kita fokuskan diri dan barisan pada calon kita. Ada banyak ide dan visi misi serta program yang harus kita sampaikan kepada masyarakat. 

Usaha ini tidak mungkin dikerjakan oleh sendiri atau sebahagian orang, ikhtiar ini hanya bisa dijalankan jika kita terus bersama, kita telah membuat pilihan sejarah. Bahwa di tanah di ujung pulau sumatera ini, tanah tempat para ulama dan raja – raja masih banyak mereka yang mau bergerak tanpa diimingi suatu materi, ini sebuah tanda bahwa kita telah mengambil kehormatan ini. Sebesar atau sekecil apapun peran itu, nanti kita bisa ceritakan kepada anak cucu kita bahwa ayah mu ini, abang, kakak. adik atau ibu mu ini dahulu pernah ambil bagian untuk membangun kampung kita ini, Aceh Singkil tercinta. 

Setiap ada acara kumpul semua hadir dengan ongkos sendiri. Semua iuran. Kita semua pernah mengalami bahwa yang kita kerjakan ini tak selalu diterima, dipahami apalagi didukung oleh lingkungan kita. Cobaan-cobaan kecil macam itu bisa dan biasa kita hadapi. Sekaligus jadi bukti bahwa  hidup adalah perjuangan dan setiap kita adalah pejuang: kita memilih untuk terus bergerak. Bagaimanapun kondisi di lapangan tetaplah menjaga silaturahmi dan kebersamaan, dibalik pilkada ini ada yang jauh lebih penting, persatuan kesatuan Aceh Singkil. Biarlah kita berbeda pilihan, tapi kita semua tetap sahabat dan keluarga dalam satu tali persaudaraan.

Saya melihat siang dan malam relawan berkerja, ada yang memasang baliho di sudut sudut desa, ada yang bergerak di dunia maya, ada yang mendampingi calon berkeliling bersama warga, ada yang mamasak untuk asupan energi para relawan, ada yang menjadi tukang foto, semua bergerak dan memilih jalan sesuai bakat dan kemampuan yang mereka miliki.

Tetaplah menjaga semangat dan kesehatan kita semua, karena perjalanan kita ini masih sangat panjang sampai Februari nanti. Saya sangat mengapresiasi dan terima kasih pada semua yang memilih untuk ikut membuat jalan berbeda dalam berpolitik ini. Perjalanan ini telah berhasil membangun sebuah paradigma bahwa masyarakat memiliki peran dan andil untuk sama – sama membangun. Sesuatu yang berbeda dari pemilihan – pemilihan sebelumnya.Pilkada kali ini kita dihadirkan oleh 4 pasangan calon, mereka adalah teman kita dalam berdemokrasi, di lapangan kita bertanding tetapi di tengah masyarakat kita adalah sahabat. Mereka adalah putra – putra terbaik Aceh Singkil yang diberikan amanah untuk mengikuti pemilukada Februari nanti.

Ribuan orang datang, mereka hadir dengan harapan dan senyum, iuran waktu, iuran uang, iuran tenaga dan banyak lainnya. Mereka hadir bukan untuk menjadi penonton, melainkan untuk #kerjabakti membangun tanah tercinta. Sungguh hadir bersama mereka begitu membekas dan menggetarkan jiwa saya.

Mari kita perkuat barisan dan perjuangan ini. Kita akan sering bertemu baik di posko ataupun di lapangan nantinya, tetap kita jalin silaturahmi dengan siapapun dilapangan. Mari kita kawal usaha ini dengan doa dan niat ikhlas agar berjalan terhormat dan penuh kesantunan dalam bingkai persatuan Aceh Singkil.

Sekali lagi, terima kasih. InsyaAllah dalam waktu dekat kita bisa bertemu dan berdiskusi lagi. 

Mari Tetap Sebarkan Semangat ke Semua Masyarakat Aceh Singkil

Salam hangat untuk keluarga tercinta 

© Dulmusrid - Sazali
Maira Gall